{"id":1222,"date":"2022-11-03T01:22:00","date_gmt":"2022-11-03T01:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/?p=1222"},"modified":"2022-11-03T01:27:20","modified_gmt":"2022-11-03T01:27:20","slug":"pentingnya-layanan-bimbingan-klasikal-bagi-peserta-didik-dalam-implementasi-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/?p=1222","title":{"rendered":"Pentingnya Layanan Bimbingan Klasikal bagi Peserta Didik  Dalam implementasi kurikulum Merdeka"},"content":{"rendered":"<p>Oleh : Yulianti, S.Pd (Guru BK SMP Negeri 3 Ulujami)<\/p>\n<p>Abstrak<\/p>\n<p>Idealnya guru BK dialokasikan waktu untuk masuk kelas dan memberikan layanan bimbingan klasikal. Namun sayangnya masih banyak sekolah yang tidak menyediakan jam pelajaran untuk pelaksanaan layanan bimbingan klasikal, hal tersebut berdampak pada tugas perkembangan siswa yang harusnya terarah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pentingnya layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik dalam implementasi kurikulum merdeka.<\/p>\n<p>Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan teknik pengumpulan data menggunakan literasi, artikel, jurnal, catatan, serta sumber buku lainnya. Hasil dari penelitian menemukan bahwa 1) Pelaksanaan layanan klasikal sudah mulai menggunakan pendekatan seperti problem based learning, project based learning, \u00a0serta experiential learning.<\/p>\n<p>Metode yang paling sering digunakan adalah ceramah serta diskusi, lalu ada metode lainnya seperti role playing dan ekspositori, 2) Peran layanan klasikal adalah memberi informasi tentang perilaku bullying, self control, kedisiplinan, bijak dalam bersosial media, potensi diri, motivasi Belajar, pilihan karir, pendidikan karakter, 3) Terdapat kendala dalam pelaksanaan layanan klasikal seperti guru BK tidak melakukan need assessment, guru BK tidak mendapatkan jadwal rutin masuk kelas untuk melaksanakan layanan klasikal, guru BK kurang dalam pengembangan media pembelajaran, metode, serta materi, guru BK tidak melakukan penilaian atau evaluasi setelah layanan bimbingan klasikal diberikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>Pendahuluan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bimbingan klasikal merupakan program yang dirancang untuk membantu mengarahkan tugas perkembangan peserta didik sesuai dengan jenjangnya, berbasiskan kelas. Pada PERMENDIKBUD NO.111 Tahun 2014, pasal 6 butir ke 3 disebutkan bahwa komponen layanan Bimbingan dan Konseling sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan bidang layanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dituangkan ke dalam program tahunan dan semester dengan mempertimbangkan komposisi dan proporsi serta alokasi waktu layanan baik di dalam maupun di luar kelas.<\/p>\n<p>Namun sekitar 40 % sekolah tidak menyediakan jam pelajaran masuk kelas. 60 % menyediakan jadwal BK masuk kelas tetapi hanya satu jam pelajaran (40 menit) setiap minggunya yang seharusnya menurut peraturan yang berlaku dua jam perminggu (Purwanti &amp; Yusuf, 2018).<\/p>\n<p>Kendala tersebut membuat peran layanan bimbingan dan konseling hanya bersifat kuratif, bukannya preventif. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengkaji pentingnya layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik dalam implementasi kurikulum Merdeka. Bila dikaitkan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka, peran layanan bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Merdeka adalah sebagai koordinator dalam mewujudkan kesejahteraan\u00a0 psikologis peserta didik (<em>student\u00a0 wellbeing<\/em>) dan memfasilitasi\u00a0 perkembangan peserta didik\u00a0 agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai\u00a0 perkembangan secara optimal. Selain itu, Bimbingan dan Konseling juga menjadi bagian dalam\u00a0 penyusunan perencanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui pemberian layanan bimbingan klasikal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>Metode Penelitian<\/li>\n<\/ol>\n<p>Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan (Library research). Penelitian kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap literatur-literatur, buku-buku, catatan-catatan, dan laporan-laporan. Tujuan penggunaan metode penelitian kepustakaan ini agar didapatkan penyusunan deskripsi mengenai pentingnya layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik dalam Implementasi kurikulum Merdeka.<\/p>\n<p>Adapun langkah-langkah dalam penelitian kepustakaan menurut Kuhlthau (2002) adalah sebagai berikut. 1) Pemilihan topik, 2) Eksplorasi Informasi, 3) Menentukan fokus penelitian, 4) Pengumpulan sumber data, 5) Persiapan penyajian data, 6) Penyusunan Laporan. Dalam penelitian ini, data yang diperlukan berupa informasi yang relevan dengan fokus kajian, yaitu pentingnya layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik di Indonesia dan informasi yang relevan dengan rumusan masalah :<\/p>\n<ul>\n<li>Bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal pada beberapa sekolah di Indonesia?<\/li>\n<li>2) Apa peran layanan bimbingan klasikal terhadap peserta didik?<\/li>\n<li>Apa kendala pelaksanaan layanan bimbingan klasikal di Indonesia?<\/li>\n<li>Sumber data terdiri dari 20 Jurnal yang berkaitan tentang pelaksanaan layanan klasikal di Indonesia.<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li>Hasil dan Pembahasan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Peneliti mengkaji 20 jurnal dan didapatkan informasi sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li>Di SMP Negeri 26 Padang, bimbingan klasikal dianggap berhasil oleh siswa dikarenakan guru BK diberikan kategori sangat baik saat pembukaan layanan klasikal, guru BK dikategorikan baik pada metode dan materi layanan yang diberikan, dan kategori kurang baik untuk alokasi waktu pemberian layanan.<\/li>\n<li>Di SMPN 1 Boyolangu, layanan bimbingan klasikal berhasil digunakan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan media sosial. Layanan bimbingan klasikal dilakukan selama 2 pertemuan, pertemuan pertama untuk membahas tentang pengenalan media sosial, dan pertemuan kedua untuk memahami karakteristik media sosial.<\/li>\n<li>Di SMP Al-Fajar Pringsewu layanan bimbingan klasikal berhasil meningkatkan konsep diri siswa underachiever.<\/li>\n<li>Di Pondok pesantren Ar-Raudlatul Hasanah medan, layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan perencanaan karir bagi santri kelas akhir.<\/li>\n<li>Di SMA Patra Mandiri 1 Palembang, layanan bimbingan klasikal menggunakan teknik brainstorming mampu meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa<\/li>\n<li>Di SMP 25 Kota Padang, bimbingan klasikal belum terlaksana dengan baik karena guru BK tidak melaksanakan need assessment\u00a0untuk memberikan materi di kelas, sehingga metode yang diberikan juga belum tepat.<\/li>\n<li>Di SMP Negeri 5 Yogyakarta, layanan bimbingan klasikal mampu meningkatkan self control siswa. Pada pelaksanaannya, layanan bimbingan klasikal di SMP Negeri 5 Yogyakarta sudah sesuai dengan MGBK, hanya saja untuk penilaian atau evaluasi setelah pembelajaran jarang sekali dilakukan. Pelaksanaan materi tentang self control dilakukan dalam 2 kali pertemuan dengan cara membagi siswa menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok berisikan 7 siswa yang diacak, dimana siswa secara mandiri mencari materi dan setiap kelompok maju untuk mempresentasikan materinya.<\/li>\n<li>Di SMPN 22 Mataram, layanan bimbingan klasikal digunakan untuk meningkatkan pemahaman bahaya bullying<\/li>\n<li>Di SMKN 5 Jakarta berupaya meningkatkan tanggung jawab siswa dengan menerapkan model project based learning saat melaksanakan layanan bimbingan klasikal<\/li>\n<li>Atin Anatin pada jurnalnya menjelaskan tentang bagaimana layanan bimbingan klasikal menggunakan metode problem based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa saat daring<\/li>\n<li>Hesti Nur Muslichah dan Caraka Putra Bhakti dalam jurnalnya menjelaskan bahwa strategi guru BK berupa teknik role playing\u00a0mampu meningkatkan perilaku proposional siswa seperti tolong menolong, kerja sama, dan berbagi.<\/li>\n<li>Di MTS Al-Bidayah, layanan bimbingan klasikal berbasis daring dengan metode ekspositori mampu mempermudah pilihan karir.<\/li>\n<li>Di SMA Negeri 2 Pontianak, layanan bimbingan klasikal mampu meningkatkan motivasi belajar siswa<\/li>\n<li>Di SMAK Abdi Wacana Pontianak, media pembelajaran yang diberikan saat layanan klasikal dikategorikan cukup baik oleh peserta didik, hal tersebut dikarenakan guru BK masih menggunakan 1 media berupa buku atau modul pembelajaran. Untuk metode penyampaian mendapatkan kategori cukup baik, hal tersebut dikarenakan minimnya variasi dan hanya terpaku metode ceramah yang terkesan kaku.\u00a0Begitu juga dengan materi yang diberikan mendapatkan kategori \u00a0cukup baik karena guru BK hanya fokus pada satu materi tentang percaya diri, sedangkan banyak materi lainnya.<\/li>\n<li>SMP di Kulon progo mengembangkan model bimbingan klasikal dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. Meskipun terdapat kendala karena belum semua sekolah memberikan jadwal bimbingan klasikal<\/li>\n<li>SMP Xaverius Gisting Lampung, mengimplementasikan pendidikan karakter kerja keras berbasis layanan bimbingan klasikal kolaboratif dengan pendekatan\u00a0experiential learning<\/li>\n<li>Di SMAN 2 Sungai Tarab, layanan bimbingan klasikal mampu meningkatkan self control\u00a0siswa<\/li>\n<li>Di SMP Negeri Sekadau hilir, penerapan teknik experiential learning melalui layanan bimbingan klasikal mampu mengembangkan potensi diri peserta dirik<\/li>\n<li>Di MTS Al-Asror, layanan bimbingan klasikal dengan teknik diskusi digunakan untuk memberi pemahaman perilaku bullying<\/li>\n<li>Di SMPN 6 bandar lampung, layanan bimbingan klasikal mampu meningkatkan kedisiplinan peserta didik<\/li>\n<li>Kesimpulan<\/li>\n<li>Pelaksanaan layanan klasikal sudah mulai menggunakan pendekatan seperti problem based learning, project based learning, \u00a0serta experiential learning. Metode yang paling sering digunakan adalah ceramah serta diskusi, lalu ada metode lainnya seperti role playing dan ekspositori dalam implementasi kurikulum merdeka.<\/li>\n<li>Peran layanan klasikal adalah memberi informasi tentang;<\/li>\n<li>a) Perilaku bullying<\/li>\n<li>b) Self control<\/li>\n<li>c) Kedisiplinan<\/li>\n<li>d) Bijak dalam bersosial media<\/li>\n<li>e) Potensi diri<\/li>\n<li>f) Motivasi Belajar<\/li>\n<li>g) Pilihan karir<\/li>\n<li>h) Pendidikan karakter<\/li>\n<li>Kendala yang ada dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal adalah sebagai berikut;<\/li>\n<li>Guru BK tidak melakukan need assessment<\/li>\n<li>Guru BK tidak mendapatkan jadwal rutin masuk kelas untuk melaksanakan layanan klasikal<\/li>\n<li>Guru BK kurang dalam pengembangan media pembelajaran, metode, serta materi<\/li>\n<li>Guru BK tidak melakukan penilaian atau evaluasi setelah layanan bimbingan klasikal diberikan<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Daftar Pustaka<\/p>\n<p>Anatin, Atin. (2021) \u201cKeefektivan Layanan Bimbingan Klasikal Moda Daring Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa\u201d Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling Islami. Kamis, 12 Agustus 2021. 158-171.<\/p>\n<p>Ayu, Siska Putri (2018). \u201cPengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatkan Self Control Siswa Di SMAN 2 Sungai Tarab\u201d. Skripsi. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Jurusan Bimbingan Dan Konseling, Institut Agama Islam Negeri (Iain) Batusangkar.<\/p>\n<p>Dewita, Eka Novitasari. (2021). \u201cPenerapan Teknik Eksperiential Learning Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Mengembangkan Potensi Diri Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 4 Sekadau Hilir Tahun Ajaran 2020\/2021\u201d. Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop, \u00a0Volume I, Nomor I, Oktober 2021.<\/p>\n<p>Farida, Eva. Heris Hendriana, dan Reza Pahlevi. (2021). \u201cLayanan Bimbingan Klasikal Berbasis Daring Dengan Metode Ekspositori Terhadap Pilihan Karier\u201d. Jurnal Fokus, Volume 4, No. 6, November 2021. 415-422.<\/p>\n<p>Farozin, Muh. (2012). \u201cPengembangan Model Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatan Motivasi Belajar Siswa SMP\u201d Jurnal Cakrawala Pendidikan, No. 1, Februari 2012, 143-156.<\/p>\n<p>Fatimah, Dewi Nur. (2017). \u201cLayanan Bimbingan Klasikal Dalam Meningkatkan Self Control Siswa SMP Negeri 5 Yogyakarta\u201d. Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2017, 25-37.<\/p>\n<p>Ferdiansa, Geandra. Yeni Karneli, dan Mudjiran. (2020). \u201cPersepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Layanan Klasikal Bimbingan Konseling di Kelas\u201d. \u00a0Jurnal Bimbingan dan Konseling, Vol 5, No.1, 2020, 20-23.<\/p>\n<p>Ginanjar, Citra. (2020). \u201cPengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Dengan Teknik Diskusi Terhadap Pemahaman Perilaku Bullying Peserta Didik Kelas VIII B MTS Al-Asror Tahun Ajaran 2019\/2020\u201d. Skripsi. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung.<\/p>\n<p>Hajar, Vera Ariesta. (2017). \u201cLayanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di sekolah menegah pertama negeri 6 bandar lampung\u201d. Skripsi. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung.<\/p>\n<p>Hanim, Wirda. Michiko Mamesah, dan Rani Romatua Anzelyna, (2018). \u201cPengaruh Bimbingan Klasikal Dengan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa (Studi Eksperimen Siswa Kelas XII Audio Video 2 SMKN 5 Jakarta)\u201d. Jurnal Bimbingan dan Konseling, \u00a0Vol 7, No 1, Juni 2018, 56-67.<\/p>\n<p>Hidayah, Marini Nurul. Purwanti, dan Sri Lestari. (2019). \u201cLayanan Bimbingan Klasikal Tentang Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Pontianak\u201d. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, Vol 8, No 3, 2019. 1-9.<\/p>\n<p>Mainilawati, M. Ferdiansyah, dan Kurnia Sari. (2020). \u201cLayanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Teknik Brainstorming Untuk Meningkatkan Keaktifan Berkomunikasi Siswa \u201c. Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling, Vol.2, No.1, Oktober 2020, 01-05.<\/p>\n<p>Muslichah, Hesti Nur. Caraka Putra Bhakti. (2021). \u201cStrategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa\u201d Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling Islami. Kamis, 12 Agustus 2021. 1695-1701.<\/p>\n<p>Rosidah, Ainur. (2017) \u201cLayanan Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Underachiver\u201d. Jurnal Fokus Konseling, Volume 3, No. 2 Agusutus 2017, 154-162.<\/p>\n<p>Rubiningsih, Elisabet. (2016). \u201cEfektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Kerja Keras Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal Kolaboratif Dengan Pendekatan Experiential Learning\u201d. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.<\/p>\n<p>Seriasih, Ni Ketut. (2021). \u201cUpaya Meningkatkan Pemahaman Bahaya Bullying Melalui Bimbingan Klasikal bagi Siswa SMPN 22 Mataram\u201d. Jurnal Paedagogy, Vol. 8 No. 3: Juli 2021, 264-268.<\/p>\n<p>Syafitri, Intan Verly. (2020). \u201cPersepsi Siswa Kelas VII Terhadap Layanan Bimbingan Klasikal Di SMP Negeri 26 Padang\u201d. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Bimbingan Dan Konseling, Universitas Negeri Padang.<\/p>\n<p>Syafitri, Rizki A. Muri Yusuf, Afdal. (2021). \u201cLayanan Bimbingan Klasikal dalam Meningkatkan Perencanaan Pemilihan Karir Santri Kelas Akhir di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan\u201d. Jurnal Pendidikan Tematik, Vol. 2, No. 2, Agustus 2021, 210-215.<\/p>\n<p>Tama, Tria Bina. Irvan Budhi Handaka, dan Wuri Mahargianti. (2020). \u201cPenerapan Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Mengurangi Penggunaan Media Sosial Pada Siswa Kelas Xi Mipa 1 Sman 1 Boyolangu Tahun Pelajaran 2020\/2021\u201d, 1031-1037. Di akses pada tanggal 20 desember 2021, http:\/\/eprints.uad.ac.id\/21392\/1\/17.%20Tria%20%281031-1037%29.pdf<\/p>\n<p>Utari, Rosmela Dwi. Yuline, dan Indri Astuti. (2020). \u201cPersepsi Dan Ekspektasi Peserta Didik Terhadap Pelaksanaan Layanan Klasikal Di SMAK Abdi Wacana Pontianak Tahun 2019\/2020\u201d. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, Vol 9, No 8, 2020. 1-9.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Yulianti, S.Pd (Guru BK SMP Negeri 3 Ulujami) Abstrak Idealnya guru BK dialokasikan waktu untuk masuk kelas dan<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[],"class_list":["post-1222","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1222"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1222\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1228,"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1222\/revisions\/1228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.smpn3ulujami.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}